Go Retail – Go Digital, Ngopi bareng Bapak Mas’ud Khamid, Direktur Pemasaran Retail, PT Pertamina (Persero) dengan Komisaris, Direksi dan pekerja PT Pertamina Retail

Baru dua minggu dilantik sebagai Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) atau tepatnya 20 April 2018, Bapak Mas’ud Khamid langsung tancap gas dengan melakukan safari kunjungan ke anak-anak perusahaan dalam kelompok Direktorat Pemasaran, salah satunya adalah mengunjungi PT Pertamina Retail.

PT Pertamina Retail yang merupakan ujung tombak Pertamina dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjadi anak perusahaan pertama yang mendapat kunjungan dan perhatian Bapak Mas’ud Kamid pada Rabu, 9 Mei 2018 untuk ngobrol bareng bersama seluruh pekerja PT Pertamina Retail.  Tujuan utamanya tentu memberikan arahan sekaligus menyampaikan visi beliau dalam pengelolaan dan kebijakan dalam bisnis energi.  Sebagai nakhoda baru di Direktorat Pemasaran, Pak Mas’ud atau yang biasa dipanggil Pak MK mengingatkan kembali  PT Pertamina Retail sebagai arm length yang tangguh dalam pelayanan dan role model bagi SPBU DODO di Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Komisaris PT Pertamina Retail, yaitu Bapak Gigih Wahyu Iriyanto (Komut), Bapak Yond Rizal (Komisaris) Bapak H.T Mirza Keumala (Komisaris)  Bapak Hasto Wibowo, VP Strategic Planning and Business Development, Direksi PT Pertamina Retail, VP, para manager dan seluruh pekerja PT Pertamina Retail yang berada di Head Office dan Gedung HR yang berlangsung di ruangan lantai 2, Pertamax Racing, Jakarta.

Acara diawali dengan presentasi Direktur Utama PT Pertamina Retail, Bapak Sofyan Yusuf yang memaparkan kinerja PT Pertamina Retail yang terus menerus mengalami peningkatan. Dari data disampaikan selama kurun waktu 2008 hingga 2017 atau 9 tahun, revenue perusahaan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 17%, sementara dari laba bersih mengalami kenaikan rata-rata 37% dan EBITDA naik rata-rata sebesar 25%. Sedangkan untuk tahun 2018, PT Pertamina Retail menargetkan revenue sebesar 13,6 triliun dan Net Profit After Tax (NPAT) sebesar Rp. 142 milyar dan EBITDA sebesar Rp. 200 milyar. Tak lupa, Pak Soyu mengingatkan pekerja Retail untuk senantiasa memegang prinsip 5 oke, yaitu 1. Oke  Safety, 2. Oke Quantity, 3. Oke Quality, 4. Oke Services dan 5. Oke Profit.

Lewat tajuk acara Ngopi bareng Bapak Mas’ud menekankan tentang pentingnya perubahan pada lanskap bisnis saat ini. Menurut beliau, dunia digital bergerak cepat dan perubahan menjadi hal yang pasti. Terlebih pada industri energi yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, beliau meminta Pertamina Retail untuk menangkap perubahan itu sebagai peluang, melalui transformasi teknologi digital Pertamina pada seluruh proses bisnisnya. “Saat saya di PT Telkom, revenue generatornya adalah anak perusahaan bukan holding. Untuk itu, saya juga meminta agar PT Pertamina Retail menjadi motor pendapatan utama untuk PT Pertamina (Persero)” Ujar Pak MK, yang disambut dengan tepukan gemuruh dari para pekerja Pertamina Retail.

Kita tidak bisa lagi dengan cara-cara lama, proses bisnis conventional wajib dirubah dengan menggunakan digital atau bantuan teknologi informasi. Konsumen saat ini menyukai pendekatan yang mengedepankan Technology - Life Style - Human Spirit. Dengan digital, kita akan mampu melayani customer lebih baik. Kita akan mengetahui siapa customer kita sesungguhnya  Siapa yang ‘memegang customer’ dialah yang akan jadi pemenang.  “Saya meminta digitalisasi bukan hanya per SPBU tapi digitalisasi hingga setiap nozzle terpasang”.  Tegas beliau. Melalui tema presentasi yang bertajuk Go Retail – Go Digital, ada 4 (empat) pilar yang diusung dalam visinya mengembangkan bisnis Pertamina. Pilar pertama adalah Ketercukupan supply all product retail. Pilar kedua, adalah percepatan BBM satu harga. Pilar ketiga, aggresive sales untuk meningkatkan market share. Dan, pilar kempat adalah Digitalisasi Service. Untuk melaksanakan ke seluruh pilar tadi, beliau mengingatkan agar semua pekerja mulai memiliki mindset marketing yang benar.  Pertamina Retail adalah ujung tombak yang berada di garda depan. Sebagai penyerang larinya harus lebih cepat dibanding dengan fungsi lainnya. “Orang marketing harus siap untuk bekerja tanpa batas waktu dan tidak mengenal week end”. Pelayanan untuk masyarakat oleh Pertamina sama dengan pelayanan Telkom, energi harus ada, sinyal juga wajib hadir menyertai customer.” Papar beliau. Akhir kata, layanan prima yang menjadi panglima strategi bisnis tetap belaku saat ini. Bedanya adalah layanan harus dengan dukungan teknologi informasi. Ke depan, masyarakat Indonesia pun semakin terintegrasi dengan teknologi digital. (Budi Aji)

Announcement


Video


APAR & OKD

Quote of the day


“The way get started is to quit talking and begin doing.” – Walt Disney

www.briantracy.com

Copyright © 2020 PT. Pertamina Retail - All Rights Reserved